Jumat, 03 Mei 2013

Mengajari Arsenal

2006, ditandai dimulainya masa transisi bagi Arsenal. Mereka hijrah ke stadium baru, menuju ke peradaban baru, masa depan yang cerah di Emirates Stadium. Tidak lupa menjual sejumlah pemain kunci, termasuk Ashley Cole, Sol Campbell, Lauren, Fredrik Ljungberg, dan yang paling pentingpencetak gol terbanyak sepanjang masa,Thierry Henry. Kontradiktif. 

Periode kegelapan ini dimulai saat Arsenal begitu antusias menggunakan para pemain muda dan berbakat untuk mengisi kekosongan posisi. Namun hasil akhir yang diperoleh berbanding terbalik dengan ekspektasi supporter. Arsenal hanya menduduki peringkat 4. Tidak berakhir disini, Arsene Wenger tetap bersikukuh menggunakan 'bayi-bayi' mungilnya di musim selanjutnya. hingga mencapai klimaksnya. 8 tahun tanpa gelar.

Musim 2007 hingga 2010, Arsenal dianggap sebagai tim paling menarik di bumi ini, dengan Cesc Fabregas sebagai kapten, mereka menjadi terkenal karena sepakbola indah mereka. Namun, Kecantikan tanpa kerja keras yang menyebabkan Arsenal gagal untuk tetap kompetitif di setiap musim. Hasilnya, mereka berhasil mengecewakan supporter mereka yang rela mengeluarkan uang hingga 126 Pounds untuk menyaksikan pasukan Arsene Wenger dengan ditemani kemewahan. Belum lagi dengan tiket terusan 1 musim Arsenal seharga 1955 Pounds atau sekitar 30 Juta Rupiah. yes, you can buy 1 or more motorcycle with that. Arsenal pun tak mau kalah dengan supporternya, mereka membalasnya dengan kehilangan trofi demi trofi tiap musim.

Maju ke beberapa tahun berikutnya, terdapat sebuah klub yang bisa dikatakan semenjana bernama Borussia Dortmund. Juara Bundes Liga selama 2 tahun berturut-turut. Namun, tahun ini tahta mereka berhasil di akuisisi oleh monster lainnya, Bayern Munchen.

Terlahir dengan kondisi finansial yang buruk dan diambang kebangkrutan tidak membuat Dortmund putus asa. Semua berubah di musim 2008. Saat Dortmund mempunyai ayah baru, Jurgen Klopp. Lelaki berambut blonde bak bintang porno brazzers, berkaca mata dengan wajah dipenuhi jenggot khas Eropa. tampak seperti orang bloon. Pria kelahiran Stuttgart ini merubah Borussia Dortmund dari sebuah klub semenjana menjadi klub yang ditakuti di eropa.


Tapi, Borussia Dortmund dengan pemain mudanya, sama seperti Arsenal. Tapi, mereka mampu mengubah keraguan semua orang. Mereka mampu melewati stage demi stage liga champions hingga akhirnya mencapai puncaknya, Boss Fight. Bayern Munchen. Di kubu lain, Arsenal harus terhenti langkahnya oleh Munchen di babak penyisihan.

Di lain hal, Dortmund telah memenangkan banyak gelar dalam 1 dekade dengan sepakbola indah mereka dan juga pemain muda, sebut saja Mario Gotze, Marco Reus hingga Mats Hummel. hal yang sama terjadi kepada Arsenal, sayang begitu banyak faktor yang menjadi batu sandungan menyebabkan kosongnya lemari trofi Arsenal selama 8 tahun.

Jurgen Klopp telah melakukan apa yang Arsene Wenger tidak bisa lakukan dengan pemain muda. Secara tidak langsung Klopp mengajarkan Arsene Wenger bagaimana membuat sebuah klub berisi 'bayi-bayi' mungil menjadi monster di Eropa. Dia jelas menunjukan bahwa ia adalah salah satu Manajer terbaik di dunia saat ini. yes, Borussia Dortmund shows Arsenal how to win with kids.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages