Rabu, 08 Mei 2013

Farewell, Sir!

 

Dahulu kala, 31 Desember 1941 silam lahirlah seorang anak laki-laki bernama Alex Ferguson di Glasgow, Skotlandia. Tidak ada seorang pun yang mengira bahwa anak laki-laki berwajah merah padam khas keturunan skotlandia tersebut ditakdirkan lahir sebagai satu dari manajer terbaik sepakbola di dataran eropa.

45 tahun kemudian, anak laki-laki ini menjelma menjadi pengasuh sebuah klub semenjana yang kini mempunyai fanbase paling besar di dunia, Manchester United. Awal karir "muka merah" tidaklah semulus paha personil Cherrybelle. Fergi harus berjibaku menghadapi masalah yang sedang menimpa United saat itu.

Jika anda seorang Red Army (nama  supporter Manchester United - red) sudah past ingat mengingat euforia treble 1998 silam ?. Menjadi satu-satunya manajer dari Inggris yang meraih treble dalam 1 musim bukanlah hal yang bisa di lakukan manajer manapun dengan mudah. Dominasi United di musim ini begitu terlihat. Menjadi juara premier league musim 1997-1998, mengalahkan Newcastle United di final FA Cup, membuat one of the best comeback in champion league lalu mengalahkan Munchen. Kita bisa ingat Pita merah-hitam yang melambangkan warna seragam Bayern, yang telah melilit di Piala Liga Champion pun diganti oleh warna merah-putih.

Tidak ada yang mengenal Cristiano Ronaldo saat masih membela Sporting Lisbon, namun Fergie melihat monster yang tersegel di dalam diri Ronaldo dan harus segera dikeluarkan. Dengan dana £12.24 juta, Fergie membawa bocah tersebut ke United. Dengan tangan dingin nya, Ronaldo tumbuh dari pemuda yang hanya di pandang sebelah mata menjadi seorang pemain serba bisa. pemain yang ditakuti oleh pemain bertahan manapun, knuckle shoot nya yang spektakuler mampu membuat mimpi buruk bagi penjaga gawang manapun. Hingga sampai akhirnya Frankestein buatan Fergie ini harus mencari ayah asuh lainnya di Real Madrid.

Diluar kesuksesannya, Ferguson mempunyai sisi buruk di mata kaum penyembah sepakbola. Wasit adalah salah satu objek kekontroversialan Fergie. Mike Riley, Mark Clattenburg dan yang paling fenomenal Howard Webb. Cukup banyak momen kontroversial di era pria berdarah Skotlandia tersebut. Fergie's time termasuk lelucon akibat dari kekontroversialan nya tersebut. Tidak cukup lahan untuk memuat semua momen kontroversial tersebut disini. Tapi, sepakbola akan menjadi sangat hampa tanpa kontroversial.

Lepas dari segala kontroversialnya, kita harus mengangkat topi setinggi-tingginya nya untuk dedikasinya kepada sepakbola inggris. Ferguson adalah One of the best Manager in fooball. Bersama Setan Merah, Fergie meraih 13 gelar juara Premier League, dua trofi Liga Champions, lima Piala FA dan lima gelar Piala Liga. lebih banyak daripada istri Eyang Subur. 26 tahun, 1.498 laga, 38 trofi dan 2.675.723 permen karet yang telah dikunyahnya. dan akhir musimnya nanti, genap 1500 laga berhasil ditukanginya bersama Manchester United.

Namun, pagi waktu setempat, Pria yang mempunyai gelar kebangsaan dari Ratu Elizabeth tersebut mengumumkan untuk pensiun. Keputusan ini begitu mengegerkan dunia. Keputusan pensiun di akhir musim jelas membuat United akan sulit mencari pengganti yang sepadan. 71 tahun, waktu yang terlalu lama untuk memutuskan pensiun.

Kita mungkin akan merindukan Pria pengunyah permen karet tersebut. rindu akan wajah nya yang merah padam saat marah, rindu akan protes berlebihan terhadap wasit, rindu akan kunyahan permen karetnya, rindu akan rambutnya yang semakin memutih, dan rindu akan rivalitasnya dengan Arsene Wenger dan manajer lainnya. Kita semua berharap semoga pengganti Ferguson sepadan. Farewell, Sir!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages