Selasa, 26 Maret 2013

Dull Week, eh ?

Membosankan! kata yang tepat menggambarkan pekan ini. No Premiere League, No La Liga, No Champions League. Walaupun tim kesayangan saya tidak lolos fase knockout tidak menjadi alasan saya melewatkan perhelatan akbar kasta tertinggi sepakbola tersebut.

Ilustrasi
Ditemani beberapa video Arsenal, Browsing beberapa WAGS ( women and girlfriend in soccer) dan segelas es jeruk cukup membuat mata saya terjaga hingga jam 3 siang nanti yang mengharuskan saya kembali ke kampus untuk menunaikan ibadah (lagi) dalam konteks yang berbeda, yaitu pendidikan.

Sepakbola, Sesuatu yang membuat hidup saya berwarna, Dimana passion saya sebagai supporter Merah Putih (red. Arsenal dan Indonesia) tidak pernah pudar. Namun, pekan ini dimana saya hanya dicekoki oleh laga International Break (red. Jeda International) yang sungguh membosankan. Siapa peduli Inggris membantai San Marino 8-0, lalu Portugal yang bermain imbang 3-3 dengan Israel dan Spanyol yang (katanya) tim paling kuat di eropa harus imbang 1-1 oleh Finlandia. tapi diantara banyaknya laga International break saya lebih tertarik pertandingan kualifikasi Pra Piala Asia 2015 antara Indonesia kontra Arab Saudi. Walaupun sang kapten baru, Boaz Salosa mencetak gol pertama membuat Indonesia berada diatas angin tapi pada akhirnya Indonesia dipaksa takluk 2-1 oleh negara minyak tersebut.

Saya selalu antusias apabila timnas Indonesia yang bermain, apapun hasilnya. Menang, Kalah, ataupun Seri saya tetap tonton hingga laga selesai. Itulah esensi sebenarnya dari supporter, it's the noise, the passion, the feeling of belonging and the pride of our country!. menonton dari layar kaca cukup membuat semangat saya kembali lagi. Namun, pertandingan 90 menit yang bisa membuat para wanita tertidur itu tidak bisa menghilangkan kebosanan saya. 1 porsi laga tidak cukup bagi saya, saya butuh beberapa porsi laga lagi!. Ah sudahlah, mengingat tugas menumpuk hingga akhirnya saya bulatkan tekat untuk menyelesaikan 8 butir tugas dari seorang dosen yang agak sedikit kurang waras.

Perubahan hari pertandingan internasional di akhir pekan dalam 1-2 tahun terakhir membuat situasi menjadi lebih buruk. Dipindahkannya hari pertandingan ke hari Jumat membuat Sabtu malam benar-benar sebuah masa yang kelam tanpa sepakbola di televisi. Kualitas pertandingannya sudah tiarap, tapi jika saya ingin membunuh sepi dengan menonton sepakbola, tak peduli betapa tidak serunya laga tersebut, tidak ada satu pun pertandingan yang tersedia pada Sabtu malam.

sampai saat menulis post ini, rasa kebosanan ini masih mengendalikan dan menjalar di pundi-pundi pikiran saya, still tuesday, and you don't know what would you doin', for fuck sake ? get a life mayn!

Have a nice week peep!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages