Minggu, 24 Maret 2013

Arsenal Dan Loyalitas

Sejauh ini loyalitas dipandang sebagai suatu sarana untuk dapat mengikat sebuah kesetiaan, kepatuhan dan ketaatan. Loyalitas sering diidentikkan dengan pengabdian akan seseorang terhadap sebuah lembaga yang mempunyai kesamaan visi dan orientasi untuk meraih tujuan bersama. Meskipun loyalitas memiliki arti yang sangat luas, namun kadang secara umum loyalitas hanya dilihat dari satu perspektif saja, yakni diidentikkan dengan pengabdian, pengorbanan dan ketaatan seorang individu. Jika saya tarik benang merahnya, maka loyalitas adalah rasa kesetiaan, pengorbanan terhadap sesuatu tanpa rasa imbalan

Hampir setiap klub di Inggris mempunyai salah satu atau lebih 'icon' dari skuad klub itu sendiri. Kita bisa sebut Frank Lampard di Chelsea, Steven Gerrard di Liverpool, Ryan Giggs dan Paul Scholes di Manchester United. Dan masih banyak lagi sederet nama yang mungkin akan memenuhi blog ini jika saya sebutkan semua. Nama-nama ini telah siap dikenang menjadi legenda di benak supporter bak seorang pahlawan di medan perang membela negaranya. namun agak sedikit anomali melihat Arsenal tidak ada sosok yang disebutkan di atas.

Gael Clichy, Samir Nasri, Ashley Cole dan Emmanuel Adebayor. Sederet pendek daftar nama-nama mantan pemain Arsenal yang dengan mudahnya meninggalkan Arsenal seperti 'kacang lupa kulitnya' dan kini (katanya) mereka bahagia di klubnya masing masing. Rapunzel story, eh ?. Emirates Stadium terlihat tidak jauh berbeda dari rumah singgah pemain yang melompat dari satu klub ke klub lainnya.

Pemain-pemain yang bisa dengan mudah mencium badge di dadanya di satu pekan, dan kemudian berbicara mengenai keinginan untuk pindah ke klub lain di pekan berikutnya. Entah ini semua hasil dari sebuah sistem yang lebih mengutamakan untung-rugi dibandingkan dengan permainan itu sendiri, atau memang ketamakan seorang pemain yang mencari penghasilan lebih tinggi menjadi elemen yang lebih dominan daripada kecintaan pada klub. Tapi permasalahannya bukan itu. Yang kita terus pertanyakan di sini adalah: di mana letak loyalitas para pemain ini ?

Jika kita kembali ke masa lalu siapa yang tidak kenal Tony Alexander Adams ? 19 tahun membela klub asal Kota London ini, berjuta apresiasi sudah diterimanya. Sebagai penghargaan atas pengabdiannya. Pihak klub membuat patung dirinya 2011 lalu di depan Stadion Emirates sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada pemain bernomor punggung 6 ini.

Julukan “Mr.Arsenal” pun didapatnya karena selama berkarier sebagai pemain, Adams hanya membela Arsenal. Bek tangguh ini dikenal sebagai pribadi yang memiliki kemampuan luar biasa, mampu membaca permainan, tangguh dalam menghentikan striker lawan, dan kepemimpinannya yang hebat, menjadi sifat yang melekat pada pemain yang sudah menjalani 669 pertandingan ini bersama Arsenal. TRUE LEGEND!

“I will sign every contract Arsenal put in front of me without reading it”. Tony Adams


   lalu Dennis Bergkamp, Pemuda yang tersesat diibukota Milan itu menemukan Agamanya dan Tuhannya di Arsenal, Racikan Arsene Wenger membuat Bergkamp ditakuti oleh bek klub manapun. hingga musim 2006 Bergkamp memutuskan untuk 'gantung sepatu' di klub asal London tersebut. sebelum perpisahannya Arsenal dan Ajax Amsterdam menghelat laga testimonial untuk Dennis Bergkamp.

“I really like Arsenal. But you, yes you! Do you really like Arsenal? Or just Arsenal with trophies?” – Dennis Bergkamp



Jangan pernah bermain untuk nama yang dibelakang, tetapi bermainlah untuk nama yang di depan. Kata-kata ini mungkin sudah sering kita dengar ataupun kita baca. Simple tapi penuh dengan makna, bahkan entah kenapa hanya ada beberapa pemain yang terpatri dalam hatinya. Jack, Gibbs, dan Jenkinson.

Mungkin terlalu naif kalau saya mengatakan, sebuah trophy adalah bonus ketika mendukung suatu klub. Menyaksikan klub yang saya suka setiap minggunya aja sudah membuat bahagia. Tidak peduli bila mereka menang, kalah, atau seri. Saat Arsenal main, datang ke tempat nonton bareng dan ketemu dengan yang lainnya untuk sama-sama mendukung Arsenal. Bahagianya.

cinta itu tidak memandang kalah atau menang, papan skor atau klasemen, seberapa besar budget transfer, karena cinta itu butuh yang namanya keyakinan. Dan yang terutama cinta itu tidak memandang harta, begitu juga trophy!

Arsenal. Resmi delapan tahun tanpa gelar , yang akan menjadi permasalahannya, apakah kamu tetap setia untuk mendukung Arsenal?

tidak usah berlindung di balik kata-kata manis seorang tuhan, “do you really like Arsenal? Or just Arsenal with trophies?” dan tidak usah merajuk ketika ada temanmu yang mengatakan "mending pindah klub aja". Jika Arsenal tidak bisa membuat prestise kamu naik di mata teman-teman kamu, Jika kamu sudah lelah menantikan Arsenal untuk kembali juara, Jika kamu kecewa dengan Arsenal yang selalu berpuasa. Silahkan kamu memilih klub yang juara untuk meningkatkan prestise kamu di mata teman-teman kamu. Salah tempat bila kamu mendukung Arsenal kalau alasan kamu karena gelar!

Saya masih memikirkan alasan saya kenapa saya bisa mencintai Arsenal? Saya tidak tahu alasannya, Tapi cuma satu hal yang saya tahu, hati saya berada disana dan bagian saya adalah mendukung mereka dalam keadaan apapun juga. Hal yang paling indah dalam hidup ini ialah ketika dapat melakukan perjalanan ibadah suci ke Emirates Stadium.

Sudahlah, nikmati laga Arsenal hingga akhir musim. Keep up your chin and keep you faith mate! Always believe!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pages