Rabu, 29 Januari 2014

Sepakbola, Fanatisme, dan Masokisme: Kenyataan Yang Tidak Bisa Dihidari


Pernahkah anda terbayang jika di dunia ini tidak ada yang menyukai sepakbola ? Pernahkah anda terbayang jika dalam sebuah pertandingan sepakbola tidak ada supporter ? Bayangkan! Dalam sebuah stadion hanya ada 22 pemain yang bertanding, wasit, pemain pengganti, pelatih, dan official klub. Hanya ada suara teriakan pelatih dan suara angin sunyi yang menyelinap di tribun-tibun stadion. Aneh bukan ?

Sepakbola bukan apa-apa tanpa supporter, tanpa supporter sepakbola tidak bisa berdiri tegak diatas olahraga lain nya. Tampaknya slogan gerakan "Against Modern Football" ada benarnya juga, "Football is nothing without fans," ujar mereka. Sebuah kalimat yang membuat sisi humanisme kita bergidik. Sahih-sahih saja jika mereka mengatakan hal tersebut, toh jika menilik beberapa kasus yang pernah terjadi ada benarnya juga. Butuh bukti ? Anda mempunyai mesin pencari bukan ?.

Dewasa ini bermacam-macam definisi supporter mulai banyak bermunculan. Siapapun yang membuatnya, kita sepakat akan hal itu. Dari supporter karbitan, glory hunter, hingga supporter fanatik. Tunggu dulu! Anda pasti ingin membuat statement bahwa Manchester United mempunyai glory hunter terbanyak, bukan ? Kita luruskan sejenak. United ? Musim ini ? Sudah gila anda rupanya!

Lalu, bagaimana dengan supporter fanatik ? Kita biasa menyebutnya hooligans atau tifosi tergantung anda lebih menyukai imperialisme atau fasisme. Klub adalah segalanya bagi mereka, klub adalah agama, klub ada ideologi bagi mereka. Ironis. Pernah menonton "Green Street Hooligans" ? Bagaimana aksi heroik supporter fanatik West Ham United saat menghadapi supporter Milwall. Tak pelak, baku hantam pun tejadi saat mereka bertemu. 

Jika dicermati, supporter fanatik dalam sepakbola benar-benar serupa dengan Sisifus. Sisifus adalah tokoh didalam esai karya Albert Camus, dia adalah pria yang dikutuk untuk mendorong batu hingga puncak bukit lalu batu itu akan turun lagi kebawah dan Sisifus kembali mendorong batu itu lagi. Siklus nya begitu terus hingga kiamat. Sama halnya dengan supporter fanatik. Mereka mendukung sebuah klub, apapun akan dilakukan demi klub tersebut. Klub tersebut menang, kalah, seri lalu tidak juara, mereka diejek supporter lain dan mereka tetap mendukungnya. Seperti motto mereka, "win, lose, or tie, i still support (nama klub)" atau "(nama klub) till i die". Siapa yang menciptakan konstruksi pemikiran seperti ini ?

Sadar atau tidak supporter fanatik merupakan tipe-tipe manusia masokis. Mereka senang disakiti dan tersiksa dengan predikat mereka sebagai supporter fanatik. Tandanya jelas, mereka selalu mendukung klub dalam kondisi apapun, jangankan menang, kalah pun mereka akan tetap selalu mendukung klub tersebut. Pada akhirnya mereka akan dihina, diejek, dan di olok-olok oleh supporter klub yang lain. Apalagi supporter Arsenal, mereka senang mendukung sebuah klub yang 9 tahun tanpa gelar, lalu mereka menerima cacian demi cacian dari supporter lain dengan senang hati. Atau supporter Liverpool ? Mendukung klub yang 20 tahun lebih belum pernah mencicipi trophy BPL. Bagaimana dengan supporter yang klubnya selalu kalah ? Ah, terlalu banyak yang mengidap masokis berat.

Tapi, itu lah sisi menarik dari supporter fanatik, tanpa kehadiran mereka, stadion tak ubahnya sebatas arsitektur ciptaan manusia belaka. Tak akan ada perayaan kemenangan, tak akan ada romantisme antara pesepakbola dengan supporter. Apa jadinya stadion tanpa kehadiran mereka ? Hambar, seperti sayur kurang garam. Sunyi, sepi dan senyap persis seperti menonton film di bioskop 21. Sepertinya memang kodratnya masokis tertanam dalam diri seorang supporter fanatik. 

Jadi, apakah kalian termasuk supporter fanatik tersebut ? Jika iya, maka anda adalah seorang masokis. Pada akhirnya hanya orang lain dan diri kalian sendiri yang menilainya.

Selasa, 28 Januari 2014

5 Tips Agar Tidak Terlihat Bodoh Saat Piala Dunia 2014


Piala Dunia. Siapa yang tidak kenal dengan piala dunia ? dari anak SD hingga anak kuliah yang skripsi nya tak kunjung selesai pun juga tahu. Dari pejabat yang suka korupsi hingga pelacur yang suka pulang pagi pun juga tahu. Perhelatan akbar yang berlangsung 4 tahun sekali ini benar-benar mempunyai daya pikat yang luar biasa terhadap penduduk dunia. Siapa peduli dengan pemenang Ballon D'or, siapa peduli Juan Mata ke Manchester United, siapa peduli dengan posisi Manchester United saat ini di Premier League. Tahun ini, 2014. Semua mata akan tertuju ke 32 gladiator lapangan tersebut.

Indonesia juga tidak mau kalah. Indonesia tidak mungkin luput dari euforia tersebut. Mungkin untuk yang paham akan piala dunia akan menikmati laga demi laga secara khidmat. Lalu, bagaimana dengan yang benar-benar tidak mengerti sama sekali dengan piala dunia ? Berikut beberapa tips agar anda tidak terlihat bodoh saat piala dunia 2014

1. Tentukan Jagoan Anda

Ini adalah saran yang paling vital yang harus anda lalui sebelum melanjutkan ke saran berikutnya. Ada 32 negara di piala dunia 2014 nanti. Akan ada masa nya dimana ketika piala dunia bergulir teman anda akan bertanya "Lo jagoin siapa nih nanti ?,". Anda bebas memilih salah satu atau salah dua negara tersebut untuk dijadikan jagoan anda. Tapi, saya menyarankan untuk memilih 1 negara saja agar anda tidak di cap karbitan. Tapi jika anda tetap kekeuh untuk memilih lebih dari satu negara, itu hak anda. Anda bisa menjagokan Inggris, tapi jangan salahkan saya jika anda menyesal karena Inggris tidak lolos fase grup. Atau anda juga bisa menjagokan Spanyol, jangan lupa minum espresso terlebih dahulu jika ingin menonton Spanyol. Tapi, jangan jagokan Indonesia di piala dunia jika tidak ingin di cap dungu oleh teman anda.

 2. Cari Pengetahuan Umum Seputar Jagoan Anda

Setelah anda menentukan jagoan anda, tentu sekarang anda akan merasa sedikit lebih pintar. Tidak! justru sebaliknya. Anda akan merasa semakin bodoh jika menjagokan tim Spanyol tapi tidak mengetahui seputar tim Spanyol tersebut. Anda tidak mungkin menjawab jika Messi adalah pemain Spanyol karena dia bermain di Barcelona. Alih-alih di cap pintar oleh teman anda, malah anda akan di cap dungu (lagi) oleh teman anda. Tentu anda tidak ingin mengalami kejadian seperti itu bukan ?  Maka dari itu gunakan lah internet! Cari informasi mengenai tim jagoan anda. Siapa pelatih Spanyol, kenapa Busquets selalu diving, siapa skipper Spanyol, apa ukuran pakaian dalam Viscente Del Bosque, apa makanan kesukaan pemain Spanyol. Jika anda telah menggali informasi yang cukup seputar jagoan anda. Maka anda siap menerima rentetan pertanyaan dari teman anda.

3. DIskusikan Tim Negara Lain Dengan Teman Anda

Jika anda sudah mencapai tahap ini, saat nya anda mulai menunjukan pemahaman anda tentang piala dunia dengan teman anda. Piala dunia tidak melulu tentang jagoan anda. Anda juga harus mempelajari tim negara lain agar teman anda tidak mengira pengetahuan anda cetek. Katakan bahwa Hugo Lloris adalah kiper terbaik di piala dunia 2014, katakan bahwa Emile Heskey merupakan striker papan atas yang kemampuan nya di atas Messi dan Ronaldo, dan jangan lupa katakan bahwa Inggris akan menjuarai piala dunia 2014. Jika anda sudah mengatakan itu semua niscaya teman anda akan kagum akan kejeniusan anda.

4. Aktif di Media Sosial

Tentu anda mempunyai Twitter, Path, atau Instagram ? Jika punya gunakan lah media sosial tersebut sebagai sarana untuk menginvestasikan luapan emosi anda saat menonton piala dunia. Berkicau lah di twitter anda saat ada kejadian menarik di pertandingan tersebut, Anggap akun anda adalah akun anonim yang selalu livetweet sehingga banyak di retweet oleh khalayak. misal: "wasitnya ga adil, sialan!", "Full Time: Jerman 0-5 USA" "GOLLLLL". Hal ini akan membuat teman-teman anda percaya bahwa anda adalah pundit sepakbola.  Jangan lupa selfie dengan tattoo bendera negara jagoan anda atau stiker bendera negara di kedua pipi anda lalu posting di Path atau Instagram, jangan lupakan hashtag #iphonesia #instagood #selfie. Jika sudah mencapai tahap ini anda sudah bisa menulis di Bolatotal.

5. Beli Jersey

Saat piala dunia tidak jarang kafe-kafe yang rela buka hingga dini hari demi mengadakan nonton bareng. Biasanya kafe-kafe tersebut mulai berlomba-lomba mengadakan nonton bareng saat ada nya partai big match. Demi mempertahankan kredibilitas anda sebagai seorang yang paham akan piala dunia, tentu anda tidak mungkin mengenakan jersey Houston Rockets atau Boston Red Sox ke partai Jerman kontra Brazil. Anda akan terlihat sangat konyol. Beli lah beberapa jersey timnas papan atas seperti, Argentina, Jerman, Spanyol, dan Prancis. Saya sarankan jangan pernah membeli jersey timnas Inggris jika anda tidak ingin jersey tersebut berjamur di lemari pakaian anda. Saat itu anda akan menemui banyak pedagang jersey mulai dari broadcast BBM hingga di media sosial. Dari yang Grade Original sampai yang KW 1000. Tapi saran saya beli lah jersey original. Ah, tapi orang Indonesia mana mau menghabiskan uang 400 ribu demi sehelai kain yang hanya dikenakan selama sebulan, bukan begitu ?


Jika anda sudah mengerjakan saran demi saran, maka selamat anda sudah siap menghadapi piala dunia 2014. Ada yang mau menambahkan lagi ?.

Piala dunia bagaikan hari besar keagamaan, di agung-agungkan, dipuja-puja. Mengutip kalimat dari artikel @esya7

"Marhaban ya 2014. Marhaban ya World Cup Fever."

nb: Artikel ini ditulis dengan sadar, tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.  Hal-hal yang disebutkan di dalam artikel ini merupakan fiktif belaka, baik penulis dan tokoh. Tidak diperkenankan percaya dengan artikel di atas.

Pages