Karbitan, kata dasar dari karbit senyawa kimia dalam proses las karbit atau pematangan buah secara paksa. Tapi, bukan karbit tersebut yang akan kita bahas. Jika jika kita tarik benang merah kearah cara pandang penggemar sepakbola, terbentuk lah sebuah kata "karbitan". Kata yang tidak asing dimata penggemar sepakbola.
Suporter karbitan atau supporter asal jadi, pemburu kemenangan atau dikenal sebagai glory hunter. Jika kita simpulkan. suporter karbitan adalah suporter yang cuma mendukung sebuah tim disaat masa kejayaannya saja.
Suporter karbitan ini bukan selalu berarti buta sepak bola, tapi yang jelas mereka adalah tipikal yang mau enaknya saja. Suporter karbitan biasanya bersuara lebih keras saat sukses namun paling hening saat gagal lalu membagi cinta yang tidak adil ke klub lain. Sikap suporter karbitan, yang suara koarannya bahkan lebih terdengar kencang ketimbang suporter sejati. Mereka mendadak mendukung saat timnya meraih kemenangan, namun berbalik mencaci-maki dengan sumpah serapah “seribu laknat” jika klub nya tengah terpuruk. Lalu hilang tanpa suara bak ditelan bumi. Sikap suporter karbitan ini lah yang menjadi sasaran dari kutipan ucapan manajer legendaris Liverpol, Bill Shankly. Bahwa “Anda yang tidak mendukung di saat tim tengah terpuruk, maka jangan ikut bergembira bila tim tengah menang”.
Mereka memilah dan memilih. Mereka mendukung jika skuad tim sesuai dengan harapan mereka, namun akan mereka hujat, mereka campakkan, mereka jauhkan dari dukungan, bila klub yang saat itu mereka dukung kalah.
Berbeda sengan supporter sejati, mereka tidak akan mempersoalkan kalah-menang. Walau saat kalah dibenakanya tersimpan harapan agar klub yang mereka cintai menang. Walaupun kalah dengan skor 100-0 pun niscaya mereka tetap akan mendukung klub tersebut dan kecintaan mereka terhadap klub tidak akan pernah pudar.
Mereka yang menghamburkan uang hanya untuk membeli atribut sebuah klub, baik itu scarf ataupun kostum klub dari zaman kepresidenan Pak Soeharto sampai dengan sekarang, zaman dimana korupsi di Indonesia dilegalkan. Atribut memang diperlukan untuk menunjukan jati diri dari tiap suporter, sehingga kita dapat membedakan mereka dengan suporter yang lain. Tidak salah memang bila kita memakai berbagai macam pernak-pernik atribut. Hanya saja atribut yang dilupakan oleh setiap supporter dan paling penting adalah attitude.
Jika kita kaitkan supporter sejati dengan suatu klub. Supporter Arsenal dan Liverpool lah yang pantas didaulat menjadi supporter sejati. Sebagai suporter yang dipercaya sangat terdidik, bukan glory-hunter, dan berbudaya tinggi, para suporter Arsenal memiliki apa yang disebut dengan mental supporter sejati. Demikian juga Liverpool. Tak peduli bagaimana 2 klub tersebut telah mengecewakan berkali-kali dengan kekalahan dan nir prestasi, tetapi bagi pecinta sejati selalu saja ada alasan untuk mendukung klub itu sendiri. No hard feeling bila klub anda tidak disebutkan diatas.
Memangnya apa sih ukuran kesejatian dari penggemar sebuah klub sepak bola? Banyak sekali yang telah memberikan definisi kesejatian tersebut.
“Suporter sejati itu tetap dukung timnya baik di saat mereka berjaya atau terpuruk. Merasakan keterpurukan adalah ciri kesejatian.”
“Suporter
sejati itu yang beli jersey original klub favoritnya.”
“Suporter sejati itu yang cuma dukung satu tim aja"
"Suporter klub sejati itu yang gagah berani berantem sama Suporter klub lain. Bela
habis-habisan"
"Suporter sejati itu yang mengerti sejarah klubnya, hapal chants
suporternya, mengenal pemain-pemainnya.”
"Suporterklub sejati itu mendukung klub secara total, dan itu termasuk membenci klub
rival.”
Dan masih banyak lagi definisi lainnya mulai dari yang objektif, subjektif hingga provokatif. Dari sekian banyak definisi ukuran kesejatian tersebut. nomor 1 lah yang cocok bila dikaitkan dengan kesejatian menurut cara pandang sepakbola. Anda boleh jadi cocok dengan salah satu atau beberapa statement diatas. Tapi pertanyaannya, seberapa pentingkah pengakuan orang-orang terhadap kesejatian anda ? seberapa pentingkah anda menilai kesejatian orang ?
Diluar karbitan dan sejati itu sendiri ada sebuah kesanggupan yang dimiliki seseorang. Ya, hak!. Mereka berhak memilih klub apa yang ingin mereka dukung. Setiap individu mempunyai cara mereka tersendiri untuk mendukung sebuah klub. Tidak peduli apakah dia karbitan, glory hunter atau die hard fans. Karna tujuan mereka hanyalah menikmati sepakbola seutuhnya.
Pecinta sepak bola mengamati sepak bola secara keseluruhan. Menikmati banyak pertandingan, tidak memiliki kebencian berlebih terhadap sebuah tim, membaca banyak hal-hal lain yang bersinggungan dengan sepak bola. Memiliki pengetahuan luas bukan hanya terhadap klub favoritnya saja, tapi juga banyak hal lain lebih dari sekadar tahu formasi dan berita teraktual klub. Mendukung sebuah klub namun tidak militan dan tidak marah jika klubnya diledek. Biasa saja. Orang itu tetap merasakan ketar-ketir ketika menyaksikan tim favoritnya bertanding, mereka juga mencela tim rival, namun ya hanya sebatas itu. Just for fun, no hard feelings. End of story.
Entah anda suporter sejati atau suporter karbitan, glory hunter atau anti kemapanan, supporter lawas atau supporter kemaren sore, yang jelas kita sama-sama mencintai sepak bola.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar