Sabtu, 09 April 2016

Menghitung Mundur Premier League



Barclays Premier League memasuki pekan ke-33 dengan Leicester City sebagai pemuncak klasemen sementara dengan 69 poin, dipepet oleh Tottenham Hotspurs dengan 62 poin dan dibuntuti oleh Arsenal di posisi ke-3 dengan perolehan sementara 58 poin. Pertanyaannya adalah, siapa yang mampu melewati garis finish terlebih dahulu? Leicester City dengan BMW nya yang disewa dari dealer mobil lokal, Sytner? Tottenham dengan Audi Hatchback nya yang belum lunas? atau Arsenal dengan Citroen Survolt yang seharusnya sekarang berada diposisi puncak? Atau Manchester City yang....ah kallan belum tahu? Mobil Manchester City menabrak guardrail dan tertinggal jauh dari 3 besar klasemen, Jadi kita hanya akan membahas 3 tim saja, mulai dari kesempatan, kemungkinan, keuntungan dan kerugian berdasarkan 5 match yang tersisa.

Sebelumnya, mari kita bahas Posisi The Big Three saat ini, Leicester City dengan perolehan sementara 69 poin yang baru saja mengalahkan Southampton 1-0, lalu Tottenham Hotspurs yang baru ditahan 1-1 di laga ke-32 nya kontra Liverpool dan gagal memotong jarak dengan Leicester City. Yang terakhir adalah same old Arsenal, bermain begitu memanjakan mata diawal musim dan menjadi kandidat terkuat juara Premier League namun inkonsistensi dan badai cedera pemain yang datang dipertengahan musim membuat mereka terseok-seok tampak seperti Wildlings yang selamat dari serangan The Night Watch. Arsenal menutup laga ke-32 nya dengan kemenangan besar kontra Watford dan mempunyai  Two Pair As berupa 1 laga yang belum dijalani.

Let's start the prediction,

Matchday 33

Westham v Arsenal - Laga ini seharusnya menjadi momentum Arsenal untuk Arsenal untuk mempersempit jarak poin dengan kandidat juara lainnya dan menjadi turning point bagi Arsenal sendiri. Dari 5 pertemuan antara Arsenal dengan The Hammers menghasilkan 4 kemenangan dan 1 kekalahan untuk kubu meriam London tersebut. Jika Arsenal kalah, sepertinya Arsene Wenger harus membuka kolom job vacancy di koran lokal. 
PREDICTION: ARSENAL WIN

Sunderland v Leicester - Ini adalah laga yang berbahaya untuk Leicester City, datang dengan predikat pemuncak klasemen sementara tidak menjadikan saudara kandung Newcastle tersebut ciut. Sam ‘Big’ Allardyce tidak tertarik atau peduli dengan posisi Leicester saat ini, yang ia pikirkan hanya bagaimana Sunderland lolos dari degradasi apapun caranya. Leicester City dengan gaya counter attack nya akan sedikit cukup sulit menghadapi defensive set-up yang akan diperagakan Sunderland. 
PREDICTION: LEICESTER WIN

Tottenham - Manchester United - Haruskah saya membahas laga ini? Apakah penampilan Harry Kane di International Break dan laga melawan Liverpool tadi malam kurang menjawab hasil laga ini? Saya bercanda, mari kita bahas laga ini. Musim ini Manchester United begitu konsisten, konsisten bermain buruk. Bagaimanapun juga, laga ini adalah laga prestisius untuk kedua tim. Tottenham datang dengan misi meraih silverware pertama mereka sejak 56 tahun lalu di musim 1960/1961. Saat itu Elvis Presley baru saja menyelesaikan wajib militer selama 2 tahun. Dele Alli akan menjadi pembeda dalam laga ini, namun jangan lupakan Rashford yang bermain di atas ekspektasi dalam beberapa laga terakhir United. Tottenham harus berhati-hati, pasalnya 5 pertemuan terakhir mereka hanya menghasilkan 1 kemenangan bagi Spurs.
PREDICTION: UNITED WIN

1. Leicester City 72
2. Tottenham 62
3. Arsenal 61


Matchday 34

Leicester v Westham - Ah, The Hammers. Dimitri Payet, Tiket Piala Eropa dan blowing bubbles. Another tremendously difficult fixture for The Foxes. Jika Westham tidak menampilkan performa terbaiknya, bukan tidak mungkin satu skuad Westham hanya akan menonton Piala Eropa dari rumah masing-masing sembari meniup balon. 5 Pertemuan terakhir mereka menghasilkan hasil yang seimbang, Leicester City dengan 2 kemenangan dan Westham dengan 2 kemenangan dan 1 laga berakhir seri.
PREDICTION: DRAW

Arsenal v Crystal Palace - Ini seharusnya adalah laga yang cukup mudah dan peluang emas untuk Arsenal memotong jarak dengan Tottenham. Seharusnya...tetapi, jika penyakit yang diderita Arsenal kembali kambuh sebaiknya fans Arsenal harus legowo menghadapi musim tanpa gelar dan diberikan harapan palsu (lagi) oleh Arsenal. Crystal Palace memulai musim ini cukup buruk, seiring musim 2015/2016 akan usai, mendapatkan poin saja sudah bagus. Dalam pidatonya menjelang lawan Arsenal di ruang ganti nanti, Alan Pardew akan mengatakan "Don't know what you're looking for
I said I bet that you look good on the soccer field" kepada anak asuhnya seraya menirukan gaya Alex Turner.
PREDICTION: ARSENAL WIN

Stoke City v Tottenham - Tidak ada tim di Premier League yang menyukai bertamu ke Britannia Stadium. Promising match, both of them will show their best.
PREDICTION: DRAW

1. Leicester City 73
2. Arsenal 64
3. Tottenham 63

Arsenal v West Bromwich - Laga ini seharusnya sudah dijalani oleh Arsenal, namun karena jadwalnya bentrok dengn F.A Cup akhirnya laga ini ditunda. Selagi Arsene Wenger sedang mencari job vacancy di koran lokal, ia dipaksa untuk menghadapi laga krusial. Tony Pulis akan sadar bahwa dirinya tidak pernah menang dari Arsene Wenger di Emirates Stadium dan bergegas menyiapkan strategi terbaiknya.
PREDICTION: ARSENAL WIN

1. Leicester City 73
2. Arsenal 67
3. Tottenham 63


Matchday 35

Tottenham v West Bromwich - Zona nyaman untuk Spurs. Bermain diharapan publik sendiri tidak seharusnya mereka seri atau bahkan kalah dalam pertandingan ini. West Brom tidak akan menjadi sebauh batu sandungan untuk Spurs, akan menjadi sebuah kejutan jika West Brom memenangkan laga ini. Dele Alli, Erik Dier, Toby Alderweireld dan Harry Kane. Spurs jauh lebih baik disegala lini dari West Brom.
PREDICTION: SPURS WIN

Leicester v Swansea - Sekali lagi, Leicester City kembali berhadapan dengan tim papan bawah. Namun, tidak ada pertandingan yang mudah untuk diprediksi di Premier League. Leicester City akan bermain seperti biasa dan tentu akan meminimalisir kesalahan untuk tetap mempertahankan posisi puncak hingga akhir musim, sebaliknya Swansea City akan bermain terbuka agar bisa mencetak gol untuk menghindari zona degradasi.
PREDICTION: LEICESTER WIN


Sunderland v Arsenal - Pluit waktu pertandingan berbunyi, Stadium of Light bergemuruh. Sanchez dan kawan-kawan memasuki lorong diikuti wajah-wajah ceria para pemain Sunderland, terlebih Vito Mannone yang tersenyum sumringah usai menggagalkan freekick Mesut Ozil.
PREDICTION: YOU KNOW WHO'S THE WINNER

1. Leicester City 76
2. Arsenal 67
3. Tottenham 66


Matchday 36

Mancheter United v Leicester - Manchester United butuh memenangkan laga ini jika tidak ingin hanya menyaksikan Jamie Vardy cs dilayar kaca. Salah satu ujian bagi Claudio Ranieri apakah Leicester City layak menjadi juara Premier Leagu sekaligus membantah predikat 'pelatih gagal' yang diberikan oleh publik. 
PREDICTION: UNITED WIN

Chelsea v Tottenham - Tidak ada tim manapun yang rela menyaksikan tim rival sekotanya menjuarai liga, terlebih Chelsea adalah juara bertahan musim lalu. 26 tahun tidak pernah menang sekalipun di Stamford Bridge bukanlah rekor yang bisa dibanggakan oleh Spurs, Mauricio Pochettino akan mengintruksikan pemain-pemainnya untuk bermain all out, namun 5 hasil pertemuan terakhir Spurs dengan Chelsea tidak menunjukan bahwa mereka bisa mengalahkan The Blues. Dari 5 pertemuan, Tottenham hanya memenangkan 1 pertandingan saja. Laga ini merupakan salah satu laga untuk Spurs melakukan turning point.
PREDICTION: DRAW

Arsenal v Norwich - Adakah yang peduli pertandingan ini selain fans Arsenal? 
PREDICTION: ARSENAL WIN



1. Leicester City 76
2. Arsenal 69
3. Tottenham 67

Matcthday 37

Leicester v Everton - Leicester officialy won the league! Menyisakan 1 laga tersisa dengan jarak 7 poin dari Arsenal menjadikan Everton sebagai Guard of Honour di kandang The Foxes tersebut. Walaupun Leicester sudah resmi menjuarai Premier League, mereka tetap harus tampil layaknya sebuah tim juara. The Foxes yang digdaya dengan mengandalkan serangan balik cepat akan membuat Everton mati gaya dengan gaya bermain umpan panjang langsung dari belakang kearah Lukaku atau Kone.
PREDICTION: LEICESTER WIN

Manchester City v Arsenal - Arsene Wenger duduk di kursi pelatih, matanya tak henti-hentinya menyaksikan pertandingan yang menurutnya hanya formalitas untuk menyelesaikan musim 2015/2016. Sesekali ia mengangkat tangannya melihat Ozil kehilangan bola di area tengah. Tiba-tiba telepon genggamnya berbunyi, ia berjalan kearah lorong dan mengangkat telepon tersebut. Terdengar suara dari seberang "I got this trophy, same old Arsenal, This is the end of your reign, Monsieur" The Professor segera mematikan panggilan tersebut. Terdengar riuh rendah dari stadion, Wenger keluar dari lorong dan menyaksikan Kun Aguero sedang melakukan selebrasi dengan pemain Manchester City lainnya. 
PREDICTION: MANCHESTER CITY WIN

Tottenham v Southampton - Pochetinno kembali ke Saint Mary Stadium, membawa angan-angan kosong karena gagal membawa Tottenham merebut tahta Premier League yang telah 'dirampas' sejak 1961 silam. Laga ini akan berjalan cukup alot, terlebih posisi Southampton yang masih mempunyai peluang mendapatkan tiket ke Liga Eropa musim depan. 
PREDICTION: DRAW


1. Leicester City - 79
2. Arsenal 69
3. Tottenham 68

Matcthday 38

Arsenal v Aston Villa - laga terakhir ini akan dimanfaatkan oleh Arsenal untuk meluapkan segala kekesalan atas kegagalan merengkuh trophy Premier League (lagi). Kemenangan Aston Villa yang bisa dihitung jari selama musim ini seharusnya menjadi acuan untuk Arsenal mencetak gol sebanyak-banyaknya dan dalam waktu tempo sesingkat-singkatnya, meskipun mereka tahu mencetak banyak gol tidak akan membuat trophy Premier League berpindah ke Ashburton Grove. Musim ini adalah musim yang sangat buruk bagi Aston Villa, mereka membutuhkan old-school British manager not a boutique square peg for a round hole, seperti Remi Garde. Orang yang salah, diwaktu yang salah dan ditempat yang salah. 
PREDICTION: HAPPY ST. TOTTERINGHAM'S DAY!

Newcastle v Tottenham - Satu-satunya harapan yang dimiliki Tottenham di laga ini adalah finish diatas Arsenal dan lepas dari bayang-bayang Arsenal dan menggagalkan Arsenal merayakan St, Totteringham's Day untuk kesekian kalinya. 
PREDICTION: SPURS WIN, BUT HAPPY ST. TOTTERINGHAM'S DAY!

Chelsea v Leicester - Seharusnya ini menjadi laga yang seru dan seharusnya Chelsea yang menjadi Guard of Honour untuk Leicester. Ini akan menjadi laga yang dramatis, laga yang tampak seperti pemberian tahta kepada putra mahkota dari raja yang sudah tua renta. Chelsea menutup musim 2015/2016 dengan memberikan tahtanya kepada Leicester. Ironi.
PREDICTION: CHELSEA WIN

FINAL TABLE:

1. Leicester 79
2. Arsenal 72
3. Tottenham 71

Epilog

Hari itu Fulham road dipenuhi oleh supporter berpakaian warna biru, bukan! bukan supporter Chelsea, melainkan supporter Leicester yang sedang konvoi mengiringi bis Leicester City kembali ke Leicester, disudut keramaian terlihat Arsene Wenger berdiri kaku seperti  patung Herbert Chapman yang berdiri kokoh di depan Emirates Stadion, ia memandang kerumunan supporter Leicester City yang memadati jalan ibukota. Ia tidak memalingkan wajahnya selama beberapa menit hingga kerumuman tersebut menghilang dari pandangannya. Pandangannya kosong, hashbrown ditangan kanan nya nampak dingin, sementara itu ditangan kirinya, ia memegang sebuah amplop yang bertuliskan "bon voyage" dari France Airlines.


)* disclaimer: tulisan dan prediksi ini dibuat saat penulis sedang stuck mengerjakan skripsi. Tidak diperkenankan mempercayai tulisan ini, kecuali anda seorang musyrik.

Minggu, 27 Maret 2016

Battle Of Berlin: Dejavu ala Battle Of Britain



London, 12 Agutus 1940. Angin bertiup sepoi-sepoi dikota London kala itu, matahari mampu menyinari hampir seluruh Britania Raya, masyarakat sipil sibuk beraktivitas seperti biasa. Namun,  keindahan siang itu sekejap hilang saat Luffwafle (Angkatan Udara Jerman) membawa 'hadiah' berupa 963 pesawat tempur dan 1200 pesawat pembom untuk menduduki Inggris, dengan kekuatan superior seperti ini, Jerman merasa dirinya mampu mengalahkan kekuatan udara dan menduduki Inggris dengan mudah. Angkatan Udara Inggris tidak tinggal diam, RAF (Royal Air Force) berhasil Memukul mundur Luffwafle dan mempertahankan kota London. Ratusan pesawat Jerman baik pembom maupun tempur rontok, Sebagian kota London hancur, walaupun kerugian di pihak Inggris tidaklah kecil. Namun efek yang timbul bagi Jerman jauh lebih hebat daripada efek untuk Inggris. adalah penggalan salah satu momen penting saat Perang Dunia II,  Battle of Britain. 

66 tahun kemudian, Inggris datang dengan membawa prajurit-prajurit terbaiknya bernama The Three Lions ke Berlin, Jerman merasa diremehkan melihat Inggris hanya membawa prajurit-prajurit lugu yang terlihat seperti pemabuk yang menghabiskan akhir pekannya di bar-bar kecil dan menenggak whisky Skotlandia. Jerman mempersiapkan pasukan terbaiknya untuk menghadang The Three Lions yang bernama Der Panzer. Peristiwa tadi malam dikenal dengan nama Battle of Berlin. Kedatangan The Three Lions ke Berlin bukan tanpa alasan, Inggris hanya ingin bernostalgia dengan Jerman perihal kekalahan Jerman saat Perang Dunia II kala itu. The Three Lions yang dipimpin oleh Sir  General Marshall Roy Hodgson bersama dengan Captain Gary Cahill dan prajurit-prajurit terpilih lainnya datang dengan percaya diri ke ibukota Jerman tersebut. Dipihak lain, Generalfeldmarschall Joachim Loew dan Hauptmann Sami Khedira berusaha menghadang serangan The Three Lions.

Tuan Rumah memulai perlawanan kurang baik, Lieutenant Rudiger bersama rekannya, Liuetenant Hummels bertahan melebar karena pressing ketat dari prajurit-prajurit Ingeris, akibat pressing ketat Inggris, sirkulasi serangan Jerman tidak stabil, praktis mereka hanya memainkan bola di final third area selama 30 menit pertama. Seiring berkembangnya permainan, General Der Kroos, yang berperan sebagai playmaker mencoba untuk memutuskan garis pertahanan Inggris, namun karena umpan-umpan pendek yang tidak efektif dan gaya permainan yang kurang kolektif membuat General Der Kroos berinisatif mensuplai bola  dengan umpan-umpan panjang namun kerap digagalkan oleh Lieutenant Clyne.

Jerman mulai terlihat membaik saat Jogi Low menginstruksikan rotasi posisi, membuat  General Der Ozil bermain lebih melebar dan General Der Mueller bermain lebih kedalam. Sial bagi Colonel Jack Butland, tendangan gawang yang kurang kuat mendarat di kaki General Der Kroos, Gelandang Real Madrid tersebut melakukan solo run tanpa ada penjagaan dari satupun prajurit Inggris dan diakhiri dengan tendangan kearah pojok Butland. 1-0! Kini Butland harus menceritakan kepada anaknya bahwa ia gagal membela negara karena kesalahannya sendiri. Inggris berhasil dipukul mundur beberapa saat oleh Jerman. 

Di awal babak kedua Jerman memasukkan Lieutenant Jonathan Tah menggantikan Lieutenant Hummels. Kedua tim saling menjual serangan. Belajar dari kesalahan babak pertama, Jerman memperbaiki strateginya di babak kedua. Para General Jerman mampu mengeksploitasi kelemahan pertahanan The Three Lions dan dikonversikan menjadi sebuah gol. Berawal dari umpan chip menawan Sami Khedira kearah Mario Gomez dan dilanjutkan dengan heading kearah pojok gawang.  Gol pertamanya sejak 246 sebelum masehi. Inggris semakin terpojok. Usut punya usut, sebelum kedatangannya ke Berlin, Roy Hodgson sudah menyiapkan secarik kertas berisikan permintan maaf kepada publik Inggris jika ia tidak kembali lagi ke Britania. Ia memasukkan tangan kirinya ke saku jaket bomber tempat ia meletakkan surat tersebut. Tangan kanannya mengepal, ia tahu dirinya harus kembali ke Inggris dengan prajuritnya tanpa kurang apapun.

Beberapa saat setelah serangan meriam yang cukup telak dari Mario Gomez, The Three Lions bangkit dan menyadari kelemahan Jerman. Mereka kerap mengekspos kelemahan Emre Can yang buruk di flank kanan Jerman. Serangan Inggris pun berbuah hasil saat tendangan sudut Henderson berhasil diolah menjadi gerakan memutar yang menawan ala Johan Cruyff dan dieksekusi menjadi sebuah gol. Sementara itu di Inggris, Rooney menderita gejala panas dingin usai Harry Kane mencetak gol.

Serangan Jerman tidak jauh lebih baik dari babak pertama, setelah gol balasan Harry Kane, Inggris semakin percaya diri dan mendominasi permainan. Roy Hodgson tahu apa yang ia harus lakukan. Layaknya Alan Turing dalam film The Imitation Game yang diperankan oleh Benedict Cumberbatch, ia memecahkan kode 'enigma' milik Jerman. Ia memasukkan Ross Barkley dan Jamie Vardy menggantikan Wellbeck dan Lallana. Hodgson benar benar memecahkan enigma, 1 menit selang masuknya Vardy ke lapangan, Top Skorer Premier League tersebut menghancurkan mental pemain Jerman dengan gol debut internasionalnya bersama The Three Lions dan menjadikannya sebagai pemain pertama Leicester City yang mencetak gol untuk IngerĂ­s setelah Gary Lineker sejak tahun 1985. Berawal dari umpan cemerlang Barkley ke Clyne yang berlari dari flank kanan Jerman yang begitu menggoda dan siap untuk diperkosa dengan pasrah dan memberikan umpan silang datar kepada Vardy, ia bisa saja mengontrol bola tersebut lulu menuntaskan skema tersebut dengan gol ke tiang dua gawang Neuer, tapi Vardy adalah Vardy, dengan percaya dirinya, ia membiarkan bola tersebut melewati kakinya dan melakukan back heel ke tiang dekat Neuer. Brilliant.

Saat pertarungan akan berakhir dengan hasil seri layaknya pertandingan-pertandingan friendly match pada umumnya yang begitu membosankan, Jordan Henderson yang begitu gemilang sejak babak pertama memberikan tendangan sudut terakhir dan berhasil diselesaikan dengan baik oleh Dier menjadi comeback yang begitu menawan. Membuat Neuer teilhat tak layak meraih penghargaan World Best Keeper In The World. Der Panzer hancur, Berlin diduduki oleh Inggris. Roy Hodgson sumringah, ia mengambil secarik kertas dari saku jaketnya dan membuangnya ke tanah. Battle Of Berlin berakhir dan banter "Germany, you'll never win anything" masih tetap berlaku.

Ada beberapa hal yang di highlight dalam pertandingan ini, sejak kemenangan kontra Jerman di final Piala Dunia 1966 dan membawa Inggris menjadi juara, performa The Three Lions tak ubahnya seperti tim nasional semenjana. Jika ditilik sejak juara dunia tahun 1966, pencapaian terbaik Inggris hanya melaju hingga quarter finals di perhelatan World Cup 2002 di Jepang dan Korea, World Cup 2006 di Jerman dan Euro 2012 di Polandia dan Ukraina, yang terburuk adalah tidak lolos group stage di Piala Dunia 2014 Brazil. Hal ini sungguh anomali mengingat sepakbola lahir dari rahim Britania Raya. Namun, ada angin surga yang berhembus paska kemenangan kontra Jerman kemarin. Penampilan kolektif dan kekompakan yang diperagakan oleh prajurit-prajurit Inggris membantah anekdot "You'll never win anything with kids". Kesulitan utama Jerman kali ini adalah membongkar pertahanan Inggris yang begitu ketat, sementara itu di lini tengah Dele Alli begitu brilian mematikan pergerakan double-pivot Jerman, Khedira dan Kroos.

Tadi malam, Dele Ali menunjukan bahwa Inggris mampu menjadi salah satu kandidat juara Eropa. Dele Alli membuat Ozil seperti kehilangan sentuhan magisnya. Menurut Roy Hodgson dalam sesi wawancara sebelum pertandingan mengatakan bahwa Dele Alli adalah masa depan Inggris dan cara bermainnya seperti mantan kapten Tim Nasional Inggris kala itu, Bryan Robson. Dele Alli mampu menjadi gelandang box to box, classic no.10 atau pivot, karena pada dasarnya Alli memiliki kemampuan untuk bermain di lini tengah manapun karena adaptasinya yang cepat. Saat babak pertama Alli ditempatkan dibelakang Kane dengan formasi 4-2-3-1, namun karena kurang efektif. Roy Hodgson mengubah pola permainan menjadi formasi diamond dengan 4 gelandang dan 2 striker lalu menempatkan Alli menjadi gelandang yang melebar agar Ross Barkley mengambil peran gelandang tengah.

Jamie Vardy? time flies, from zero to hero, from Fleetwood to Berlin. He made it! Vardy dan Kane membuktikan kepada publik bahwa sepakbola Inggris populer tidak hanya karena hak siar yang mahal dan komersialisasi industri sepakbola tetapi juga karena kualitas permainan Inggris sendiri. Kapan terakhir kali tim sepakbola, rugby dan cricket Inggris bermain baik secara bersamaan? Saya pun tidal tahu, sampai akhirnya menyaksikan laga kemarin.

Janna lupakan 1 hal, Inggris. Ini adalah laga persahabatan.

Minggu, 27 Juli 2014

Memprediksi Premier League 2014/2015


21 hari menjelang digelarnya kembali English Premier League. Tentu ini merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh banyak pria single diluar sana agar akhir pekan mereka tidak terlalu buruk-buruk amat.

Melihat eksodus pemain besar-besaran yang dilakukan klub-klub EPL tentu membuat saya tergelitik untuk membuat beberapa prediksi dan analisis untuk Premier League musim 2014/2015

Saya bukan Paul Gurita yang memprediksi kemenangan Spanyol atas Belanda di Johanessburg 2010 silam, jikapun saya Paul Gurita, saya sudah menjadi takoyaki yang dijual di Jepang alih-alih memprediksi Premier League.

Bagi yang hobi taruhan, anda boleh saja menggunakan prediksi saya sebagai acuan. Dengan satu syarat; siapkan nama baru dan nomer handphone baru untuk berjaga-jaga  jika terjadi sesuatu. Sahih tidaknya prediksi saya bisa kalian simpulkan di akhir musim.

Arsenal

Setelah hutang-hutang stadion lunas. Arsenal mencoba merubah citra nya, dari klub penjual menjadi klub pembeli. Kedatangan Mathieu Debuchy dan Alexis Sanchez akan menambah kedalaman skuad. 

Untuk musim ini, Arsenal (cukup) beruntung tidak ditinggalkan oleh pemain-pemain utamanya seperti 2-3 musim lalu. Jika Monsieur Wenger bisa menambah 1 DMF untuk pelapis Arteta, 1 CB untuk pelapis Mertesacker dan Koscielny, 1 GK sebagai pengganti Fabianski dan 1 CF agar Giroud tidak malas didepan gawang. Bukan tidak mungkin Arsenal menjadi kandidat juara. Dengan catatan, Arsenal menghilangkan hobi nya tiap musim, badai cedera pemain. Oiya fans Arsenal, hanya sekedar mengingatkan bahwa Drogba kembali menjadi pemain Chelsea.

Prediksi: Jika tidak juara, ya 4 besar

Chelsea

Sebenarnya Chelsea merupakan klub yang paling berpeluang menjuarai Premier League musim depan. Tidak, saya tidak di sogok oleh fans Chelsea demi tulisan ini. Melihat materi pemain Chelsea baik  utama maupun cadangan memiliki kualitas yang tidak berbeda jauh. Ditambah dengan kedatangan Fabregas, Costa dan Felipe Luis yang memberikan wajah baru bagi Chelsea. Tapi menilik bahwa pelatih Chelsea ialah Jose Mourinho menyimpulkan bahwa specialist in failure tidak akan juara. 

Prediksi: Diatas Liverpool. Bersaing posisi 1 dengan Arsenal. 

Manchester City

Dengan skuad yang hampir sama dengan musim lalu. Manchester City layak menjadi kandidat juara, kecuali mereka cukup puas dengan 4 gelar EPL.

Prediksi: Juara, minimal 4 besar

Liverpool

Ditinggal Luis Suarez. Menggantinya dengan Ricky Lambert. Membeli playmaker rupawan seharga 25 juta yang tampaknya lebih cocok menjadi personil Five Second Of Summer. bernama Adam Lallana. Diduga dia merupakan saudara jauh Adam Levine. This year will be their year kalo kata 'mereka'.

Prediksi: Juara? Jangan bercanda! Tapi setidaknya fans wanita Liverpool meningkat karena kedatangan Adam Lallana.

Tottenham

Happy St.Totteringham Day

Prediksi: 3 hal yang pasti di dunia ini; Kematian, Pajak dan Tottenham dibawah posisi Arsenal

Topskor: Olivier Giroud. Saya bercanda. Kun Aguero atau Didier Drogba

Manajer Terbaik: Van Gaal, tapi saya lupa dia manajer di klub apa.

Assist Terbanyak: Mesut Ozil, Yaya Toure atau Eden Hazard. 

Pemain Terbaik: Aaron Ramsey. Melihat kualitas permainannya di musim lalu, menjadi tolak ukur kenapa saya menulis nama dia di daftar pemain terbaik.

Tukang Sandung: Newcastle dan Everton.

Cukup sekian prediksi saya, tapi tunggu! Manchester United ? Saya hampir lupa menuliskan tim ini. Maklum, saya tidak melihat mereka di 4 besar klasemen akhir musim lalu.

Manchester United

Ruud Van Gaal, 3-5-2, Van Persie kapten. Calon juara.

Prediksi: Juara. Intesitas permainan mereka lebih sedikit dibandingkan klub besar lainnya. Mereka hanya menyaksikan Champions League dari layar kaca sementara klub lain sedang berlaga.


)* disclaimer: tulisan ini dibuat saat penulis sedang nge-gele dan masrum. Tidak diperkenankan mempercayai tulisan ini, kecuali anda seorang musyrik.

)* disclaimer: disclaimer sebelumnya ngaco. Jangan dipercaya.

Pages