Saya kurang excited dengan sepakbola lokal. Well said, mungkin karena permainannya yang kurang greget dan memang belum bisa disama ratakan oleh liga di eropa sana atau karna ulah media yang hanya meliput sisi negatif sepakbola Indonesia ? atau ulah para cukong berjas yang menaburkan benih politik kedalam ranah sepakbola. Terlalu banyak alasan betapa saya kurang menyukai sepakbola lokal dan jelas terlihat betapa bobroknya sepakbola Indonesia, sorry to said.
Despite, i rather watching premier league than local league, tidak ada alasan untuk saya untuk benar-benar membenci sepakbola lokal. Dari sekian banyaknya tim sepakbola lokal, saya cukup dibuat 'turned on' oleh 2 tim liga lokal. Yang pertama adalah Persija Jakarta, yang notabene adalah tim kota kelahiran saya, Jakarta. Dan 1 lagi Arema Indonesia.
Didirikan 11 Agustus 1987 dengan nama Arema Malang, Terbentuknya Arema tidaklah semudah merampas permen dari anak kecil. Pendiri Arema, Ovan Tobing dan Lucky Zainal harus berusaha keras mengais dana guna memperbaiki finansial Arema 86 yang sedang mengalami kesulitan finansial Juni 1987 silam. Sampai akhirnya Nirwan Bakrie bersedia memberi kucuran dana bagi Arema dengan catatan pengurus harus mampu menghadirkan penonton lebih banyak daripada Persema. Berbagai macam kendala akhirnya mampu terlewati dan Arema didaftarkan
sebagai tim peserta Galatama bersama tiga tim baru yaitu Bandung Raya,
Lampung Putra dan Medan Jaya. Sampai akhirnya Acub Zainal, Mantan Gubernur Irian Jaya ke-3 dan juga Ayah dari Lucky Zainal ini sepakat menjadi penyandang dana Arema.
Nama Arema sendiri sebenarnya merupakan hasil dari rapat pengurus. Namun, terdapat beberapa nama alternatif lainnya, seperti Arema 86, Putra Malang dan Aremada. Kata Arema sendiri berasal dari bahasa Jawa yaitu "arek malang" yang berarti anak malang/orang malang. Nama yang sederhana namun memiliki arti besar yang tumbuh melebihi sektor yang digelutinya, Sepakbola. Arema juga Dijuluki "Singo edan". Saya kurang mengerti dimana letak 'keedanannya' singa ini. Apakah semua singa di Malang gila, sehingga membuat warga Malang tertular hingga menjadi gila juga ? atau saya yang gila ? ah.....jelas PSSI lah yang gila. Belakangan ini saya tahu bahwa makna 'edan' dalam konteks ini merupakan kefanatismean suporter Arema yang menjadikan Arema dijuluki "Singo edan".
Sejak hadir di persepak bolaan nasional, Arema sudah menjadi ikon sepakbola nasional sekaligus ikon kota Malang sendiri. Mulai dari kecil, Aremania cilik sudah dididik bagaimana beribadah untuk Arema dengan baik dan benar, kelak dewasa nanti mampu menjaga kesuian ritual-ritual supporter Arema silam.
Banyak pemain yang keluar masuk dari Arema, namun Arema tetap Arema tanpa pemain sekalipun. Mengutip dari kalimat Sir Kenny Dalglish dan Monsieur Arsene Wenger.
"No one bigger than the club" - Kenny Dalglish
"Player come and go but passion is forever" - Arsene Wenger
Fanatisme dan militansi Aremania sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Tabuh genderang, chants membahana lepas tanpa paksaan hingga pertandingan selesai. Tidak peduli menang, kalah atau seri, semua hanya untuk Arema. Red flare dan pyro tidak lupa memerahkan setiap laga, dan sorakan bak hooliganisme di Inggris atau tifosi di Italia nun jauh disana. Tidak lupa banner-banner dibentangkan disegala penjuru stadion guna mengintimdasi lawan. Banner bertuliskan "DARAH KAMI UNTUK AREMA" "NO PYRO NO PARTY" "ONLY GOD CAN STOP US" selalu menghiasi laga Arema. Sorakan bergemuruh siring permainan dimulai bak suara mesin space shuttle rocket menembus atmosfer.
![]() |
| source: google.com |
![]() |
| source: google.com |
![]() |
| source: google.com |
![]() | |
| source: google.com |
Begitulah fanatisme Aremania, Arema tidak bisa dilepaskan dari Aremania, begitupun Aremania tidak bisa dilepaskan dari Arema. Mereka satu, padu. Sebuah katarsis dari kerumunan rakyat.
Tepat hari ini, 11 Agustus 2013 Arema genap berusia 26 tahun. Selamat ulang tahun Arema! tetaplah menjadi kebanggaan warga Malang dan Indonesia, terus berprestasi untuk sepakbola Indonesia. Biarpun musim ini Arema tidak juara, tapi Arema akan selalu juara di hati Aremania dan warga Malang.
#AREMA26NUHAT #SASAJI





